27 November 2009

Salam Aidil Adha..

Salam w.b.t.

Sebentar tadi, ada rakan seusrah saya yang memberikan satu link video kepada saya, dan saya suka untuk berkongsi link tersebut, memandangkan hati saya sangat tersentuh sehingga menitis air mata apabila menontonnya. Saya menginsafi kelemahan diri saya sendiri yang kadangkala leka dengan pelbagai perkara.


Kadangkala kecintaan dan arah tuju diri kita pada sesuatu perkara seringkali menjauhkan diri kita dengan Tuhan dan matlamat sebenar dalam hidup kita.

Apapun, hari ini (Jumaat) sudah masuk Hari Raya Aidil Adha di sini. Ini merupakan kali 4 saya tidak menyambut Hari Raya Aidiladha bersama keluarga. Buat sekalian ahli keluarga saya sama ada di Malaysia atau di luar negara, saya mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Aidiladha. Saya tujukan juga ucapan ini buat pembaca-pembaca lain yang beragama Islam. Semoga sambutan raya pada tahun ini menambahkan lagi kekuatan iman kita semua. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.

12 November 2009

New House.. New Challenge..

Salam w.b.t.

Some people asked me why I was 'silent' for quite a while. Well, probably only my friends from other places think so, as I don't think my colleagues here would think the same way.

Well, I was quite busy nowadays, with plenty of activities going on.. Not to forget the weekly exams and tests (tests are weekly routine for Charles University students here). Tests don't concern me pretty much. But it's other activities and final exams that keep me away from my computer each day. Owh, I forgot to mention that I've just finished doing my Diagnostic Radiology and Nuclear Medicine examination this evening. Alhamdulillah, I did it successfully, and it was a good start for me. Alhamdulillah, all praises are due to Allah. I hope I could maintain the average point that I obtained last year and the year before.

Talking about Radiology, I like it so much.. Who knows that one day, I'll end up being a Radiologist. But, seriously I like this field.

A big-hearted man ~ Radiology is just awesome

Enough with study (I don't really like to talk about study actually but I can't get rid of it. It's part of my life here. It's a medical student's life). Let's talk about something else. I said just now that I've been very busy nowadays. Well, one of the thing that made me busy was I've moved out from my previous house. And now, my new house is even nearer to the hospital. (the previous house was also near, but this one is nearer). It take just about 5 minute walk from my house to reach the faculty hospital, the place where I go everyday. It is not really a house. It's a flat. But I like it. 5-minute walk to the hospital allows me to do more things at home (The previous house took about 10-minute walk). I save 10 minutes a day, and in one week I would save almost an hour!

Moving my things. Special appreciation to Azizul

My room

My room when I first came in. It's quite different now

Well, the previous house kept lots of memories. Sometimes it makes me smile thinking about it. I could still remember when we first moved in there. At first we (not we, but my friends from INTEC) were the one who told everyone else that they were going to stay at the hostel, when somebody suggested to move outside. But, what happened was that, we were the first one to move out from the hostel. And it was just a bit shorter than 2 weeks as far as I remember for us to say at the hostel before we moved out. And some girls here were complaining about this things. And some of my friends from Prague and Olomouc also advised to us that we shouldn't actually moved out. There was like a bit hassle here. Well, you have to imagine that we were the first Malaysian batch here and the situation was a little bit different during that time.

So, those were the old days.. the days where I was like a new person in a new world, where I didn't really know anyone else here.. the days where we played football with just 5 people on the pitch, the days where none of us has already get married.. and the days where we suffered the pressure of studying medicine. I have to admit that sometimes I felt really tensed with studies when I was in the first year, and I believe I was not the only one to feel so. I could still remember one of my friend here told me that he felt like he wanted to throw a bomb to the faculty. Well, that was more than 3 years ago, and I believe the juniors have benefited a lot from our experience.

Anyway, back to the house topic. Even though I've already moved in, there are still some things that has not been settled down yet. I still haven't registered this new address to the police (here you need to update every changes to your personal detail to the police) and the same to the bank and vodafone.

Just the next day after I moved my things to this new house, I went to Olomouc for a football friendly match. It was the first time for me to play out door, with temperature about 1 degree centigrade. But it was a good game (though we lost eventually).

After warming-up session

There were many other activities that I had for the past few weeks - ISK, daurah, etc... I think I hardly have a 'free' weekend since the opening of the semester. Today is probably the most 'free' day that I had (in term of study and other on-going activities) since the winter semester began. But, many other things are coming ahead.

Anyway, let's leave those things. Let's talk about global problems. I was watching Arsenal vs Wolvehampton highlight yesterday, when I saw one of my favourite player, Eduardo opened his shirt after he scored and in his inner shirt, there was a sentence which I don't know in what language which meant 'Peace in Villa Kennedy - Rio de Jenero'. Some footballers use the opportunity being under the spotlight to highlight something. And probably that's a good idea of showing something to the world. Kaka also had done something similar before, when he scored for AC Milan one time ago. I'm not against those behaviour. But those things reminds me of Kanoute, a Sevilla striker who also did the same thing earlier this year. He's a Muslim. And he celebrated his goal by showing the sentence 'Save Palestine' if I'm not mistaken. And he was punished by the football federation for what they call 'bad-conduct'. I just can't understand how those people justify something. What on earth is going on with this world. As I'm writing this entry, I'm also reading news about our brothers anywhere else in this world, and it's always sad to read about them. Sometimes I was thinking how would it feel to be in their place, and of course we all haven't done much enough to help our brothers.

I was actually thinking to write just a short entry, and I didn't realise I've written quite long. I planned to sleep early tonight, but probably the 2-hours sleep before my exam this afternoon has increased my sleeping threshold tonight. Anyway, here it's already late fall, or autumn already. I like spring, fall and winter, but not too much of summer.

Missing Alya Mahdiya and Afiq Aliyuddin..

I think I should stop now, read quran and take a rest.

14 October 2009

Happy Birthday, Sis..

Salam w.b.t.

Saya sekadar ingin mengucapkan...

SELAMAT HARI ULANG TAHUN KELAHIRAN

kepada adik saya, Aisyah binti Ismail yang meyambut hari lahirnya pada hari ini (14 Oktober).

Abang doakan semoga Aisyah berjaya dunia akhirat, dan dipermudahkan semua urusan :-)

Happy Birthday Pictures, Images and Photos

13 October 2009

Satu Perjalanan..

Salam w.b.t.

Saya sedikit sibuk kebelakangan ini setelah mulanya kelas. Sebelum berbicara panjang, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan ucapan hari lahir kepada saya sewaktu ulang tahun hari lahir saya beberapa hari yang lepas. Saya memohon maaf kerana saya menerima banyak sekali ucapan namun banyak yang tidak saya jawab. Tidak lupa juga terima kasih buat adik saya Aisyah atas entry di blognya baru-baru ini :-) Semoga hidup kita semua diberkati Tuhan. InsyaAllah saya ingin menyentuh perihal ini dalam entry yang lain.

Usia yang meningkat banyak mengingatkan saya menginsafi pelbagai perkara yang telah saya lakukan selama ini. Kebetulan baru-baru ini saya ada membaca satu ayat quran yang menyebutkan:
'Allah lah yang Menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia Menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia Menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia Menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa' - ar-Rum: 54
Sememangnya manusia itu lemah. Manusia sangat lemah. Kita bukan sahaja tidak mampu mengetahui apa yang dilakukan di rumah sebelah kita, malah di belakang badan kita pun kita tidak dapat melihat. Seorang doktor pakar jantung yang berkelulusan tinggi mana sekalipun tidak dapat mengawal denyutan jantungnya sendiri. Begitu kerdilnya kejadian kita. Kita sememangnya lemah dan kita akan menjadi semakin lemah ketika di penghujung usia. Pengalaman berjumpa pesakit di hospital sewaktu praktikal banyak mengajar saya betapa lemahnya manusia apabila usia sudah lanjut.

Kadangkala saya tertanya apakah yang dapat saya lakukan apabila usia yang sudah begitu lanjut dan badan yang lemah. Atau barangkali saya tidak sepatutnya menimbulkan persoalan tersebut memandangkan kehidupan pada hari esok pun tidak dapat dijamin lagi. Pemikiran-pemikiran sedemikian kadangkala merisaukan diri saya dengan peranan yang banyak yang perlu saya mainkan pada usia seperti sekarang ini.

Suatu Perjalanan

Apapun yang jadi dalam kehidupan kita, sejauh mana pun umur kita, yang pasti kita pasti akan menempuh maut suatu hari nanti. Maka terpulanglah pada diri kita bagaimana hendak kita corakkan hidup kita.

Saya suka untuk memberikan satu analogi.

Pada suatu masa ada 3 orang yang sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah destinasi. Destinasi tersebut adalah destinasi terakhir dan perjalanan tersebut pula hanyalah satu hala dan tiada U-turn yang dapat dibuat. Orang yang pertama berjalan sepanjang perjalanan tersebut dengan penuh gembira. Dia gelak ketawa, melihat keindahan alam, menghirup udara yang segar, melihat haiwan-haiwan di kiri dan kanan jalan gunung-ganang yang indah dan sebagainya. Akhirnya tanpa disedari orang yang pertama ini sudah pun sampai ke destinasi terakhir. Dia sangat asyik dengan pemandangan yang indah sehingga terlupa untuk membawa sedikit pun bekalan untuk digunakan di sana.

Orang yang kedua pula lain ceritanya. Orang ini orang yang bijak sedikit dari orang pertama. Orang ini menghayati keindahan alam di kiri dan kanan kenderaannya. Namun sambil-sambil melihat alam, dia sempat mencapai makanan-makanan dan minuman di kiri dan kanan jalan sebagai bekalan di destinasi yang terakhir. Dia berusaha mencapai sebanyak mungkin bekalan supaya dia tidak kekeringan dan kelaparan di destinasi terakhir kelak. Namun dia sendiri tidak pasti cukupkah bekalan-bekalan yang dibawanya.

Orang ketiga lain pula kisahnya. Orang ini adalah paling bijak. Selain mencapai makanan minuman di kiri dan kanan jalan untuk dijadikan bekalan, dia membina 'pipe line' yang dapat menyalurkan makanan dan minuman kepadanya apabila dia tiba di destinasi terakhir kelak. Maka orang ini lah yang paling beruntung, kerana sumber bekalannya tidak putus-putus sampai walaupun dia sudah tiba di destinasi terakhir.

Siapakah watak-watak yang dimaksudkan di atas? Ketiga-tiga orang yang disebutkan menggambarkan 3 watak manusia yang berbeza di atas muka bumi ini. Destinasi terakhir pula merujuk kepada kematian yang merupakan satu destinasi yang pasti. Orang pertama adalah orang yang sibuk menikmati keseronokan dunia. Mereka sering berbincang tentan isu-isu yang tiada langsung manfaat sebagai bekalan di akhirat kelak. Mereka sibuk menonton wayang, bermain games, mengetahui 'update' tentang isu-isu hiburan, sibuk melancong ke luar negara dan sebagainya. Pendek kata mereka adalah orang yang LALAI. Mereka terlalu berseronok sehinggakan mereka terlupa langsung untuk menyediakan bekalan di akhirat kelak.

Sementara itu orang kedua pula adalah orang yang ada sedikit kesedaran perlunya ada bekalan di akhirat kelak. Mereka menikmati kehidupan dunia, namun mereka ada kesedaran untuk melakukan ibadah, menunaikan solat-solat sunat, berpuasa, membayar zakat dan sebagainya.

Orang yang ketiga pula adalah orang yang menghabiskan hidupnya dengan melakukan dakwah kepada orang yang lain. Mereka beriman dengan hadith Nabi s.a.w. yang dapat ditemui dalam kitab Riyadus Shalihin yang menyebutkan:
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, 'Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barang siapa menyeru kepada hidayah maka baginya pahala seperti orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikit pun" 1391
Golongan ini menghabiskan hidupnya dengan meyeru manusia lain ke arah kebaikan. Mereka memberi manfaat kepada orang lain, dan tidak jemu menyampaikan dakwah dan ilmu kepada manusia lain ke arah kebaikan.

Justeru saya mengajak diri saya dan para pembaca yang lain supaya meringankan diri untuk berdakwah kepada orang lain. Tanggungjawab dakwah adalah tugas yang besar, yang penuh dengan cabaran, namun ganjarannya adalah pasti. Barangkali saya akan berbicara lebih banyak perihal ini pada masa lain.

Golongan manakah letaknya diri kita? Fikir-fikirkan..

03 October 2009

New Semester Begins..

Salam w.b.t.

I've just come back from a surprisingly 30-hours journey from Malaysia. Anyway, Alhamdulillah, thank to Allah. I finally managed to get back to Czech Republic after spending approximately 3 months in Malaysia. I'm really happy that I could spend much time with my family whom I love so much.

I was a little bit late that day. I missed my connecting flight due to the delayed flight at KLIA and needed to wait for another 10 hours for the next flight at Frankfurt. Anyway, alhamdulillah, I finally managed to return to Czech Republic after more than 30-hours journey.

at Frankfurt, waiting for my next flight

Well, I could still remember when I went for the interview for Mayo Clinic earlier this year. Well I was among the 10 people who were short listed for the interview to represent our university for doing some research at Rochester, United States of America. Of course it was quite surprising to be among those 10 people selected, as I was the most junior candidate. Most of the other 9 candidates were 5th or final year student, and also post-grads. Anyway, I could imagine that if I went to United States during my summer holiday, I probably wouldn't have enough time in Malaysia as I had or maybe I would not even come back to Malaysia at all during last summer. Thank God, I didn't go to US during the previous summer, as it was clearly much beneficial to be in Malaysia as I had a very enjoyable holiday plus I also participated in many useful programs there.

Alhamdulillah, the programs that I participated in Malaysia have given me lots of knowledge and new spirit to do dakwah and also gave me new perspective to see things. I hope I could use all my experience and knowledge that I've gained for the benefit of myself and other people.

Ramadhan is already over. Let's strive to maintain the good things that we've done during the holy month. In the mean time, don't forget to fast in this month of Syawal, as Allah has offered large award for those who fast during this month. Let's grab this opportunity.

Abu Ayyub al-Ansari relates that Allah's Messenger (pbuh) says:
"Whoever fasts the month of Ramadhan and then follows it with six days of fasting in the month of Syawal, it will be as if he had fasted the year through" (Shahih Muslim)
It's time to work. It's time to apply my knowledge, and it's time to gain new knowledge. To all readers, pray for my success.

24 September 2009

Salam Lebaran.. Sambutan Aidilfitri..

Salam w.b.t.

Alhamdulillah, syukur pada Allah. Kita berjaya juga lalui bulan Ramadhan tahun ini. Semoga semua amal ibadat kita diterima dan mengubah diri kita ke arah kebaikan.

Saya baru sahaja pulang dari kampung di Melaka semalam. Alhamdulillah, saya bersyukur kerana dapat berhari raya bersama keluarga tercinta di tanah air. Namun, saya tidak sempat beraya bersama adik saya, Aisyah Ismail, yang pergi ke UK beberapa hari sebelum hari lebaran.

Alya Mahdiya yang berehat sebentar setelah penat berlari-lari dalam kesibukan KLIA

Penulis bergambar bersama keluarga dan sewaktu menghantar Aisyah

Penulis bersama anak-anak saudara yang petah bercerita

Saya telah berada di Melaka semenjak dari minggu lepas, sejurus selepas menghantar adik saya di KLIA. Menjelang raya, saya telah membantu persiapan raya di kampung seperti membeli perkakas yang diperlukan, dan juga membuat ketupat.

Penulis menganyam ketupat

Seperti biasa, sewaktu hari raya, kampung saya di Semabok Melaka sangat meriah dengan suasana kunjung mengunjung. Saya tersentuh dengan budaya tersebut yang semakin pudar di tempat tinggal saya. Kehadiran ramai sedara mara dari Singapura pula menyerikan lagi suasana pada hari tersebut.

Keluarga penulis beserta datuk dan nenek. Tiada di gambar - Aisyah dan Arbaeyah sekeluarga

Di Masjid Tanah pula, hari raya di situ unik dengan hidangan tersendiri yang unik. Antaranya rendang itik, kerbau dan juga lemang periuk kera. Meskipun sudah biasa dengan hidangan itik dan kerbau apabila bertandang ke Masjid Tanah, raya kali ini merupakan kali pertama saya merasa lemang yang dibuat dalam periuk kera.

lemang periuk kera

Pada tahun ini, saya tidak beraya di Singapura, memandangkan kesuntukan waktu. Tambahan pula, ramai juga saudara mara saya dari negara jiran itu yang datang ke Melaka untuk beraya bersama.

bersama saudara mara dari Singapura

Akhir kata, saya mengucapkan SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI kepada semua pembaca, termasuk adik saya Aisyah Ismail, yang beraya buat pertama kali di United Kingdom. Saya memohon ampun dan maaf andaikata pernah melakukan sebarang kesalahan kepada mana-mana pembaca, kerana saya hanya insan biasa yang tidak lari dari kesalahan. Marilah kita menyambut Syawal dengan kesyukuran, dan bertekad untuk terus istiqamah dengan amalan-amalan yang telah kita kerjakan sewaktu bulan Ramadhan. Janganlah kita menjadi RAMADHANIYAH, yang hanya beramal pada bulan Ramadhan, tetapi marilah kita menjadi RABBANIYAH yang beramal kerana Rabb kita.

Kullu'aam wa antum bikhair.

p/s - Gambar-gambar raya yang lain boleh dilihat di Picasa Web Album saya.

13 September 2009

Kuih Raya

Salam w.b.t.

Buat pertama kalinya dalam cuti ini, saya telah membuat kuih raya sebagai kenang-kenangan hasil tangan sebelum saya kembali ke Eropah menggunakan resipi yang diberi oleh kakak saya. Alhamdulillah, berkat kesabaran, saya berjaya juga menyiapkan kuih raya dalam masa satu jam lebih.

Kedukaan akibat kekalahan Arsenal kepada Manchester City sedikit terubat dengan siapnya kuih-kuih raya. Namun, saya tidak menghabiskan kerja-kerja sehingga penyimpanan kerana tidur awal kerana ingin bangun awal untuk qiam di masjid awal pagi tadi. Terima kasih kepada kakak saya Dr Amrah dan adik saya Aisyah yang membantu menghabiskan kerja-kerja membuat kuih yang saya dan kakak saya mulakan, walaupun mereka sibuk juga menonton televisyen pada awalnya dengan saya keseorangan membuat kerja.

tangan penulis ketika meyiapkan kerja-kerja terakhir membuat kuih

Sememangnya saya gembira bersama keluarga sewaktu cuti ini.

Kepada para pembaca lain yang sibuk membuat kuih juga, ayuh buat kuih, buat kuih juga, tapi amalan di 10 malam terakhir usah dilupa!!

Bagi para pembaca yang ingin merasa kuih buatan saya, jemputlah datang ke rumah pada hari raya nanti :-)

11 September 2009

Pejuang Nasionalisme Semakin Menuju Kebodohan

Salam w.b.t.

Saya baru sahaja menyentuh soal nasionalisme dalam sebuah entry baru-baru ini. Malang sekali, kurang sebulan dari itu, rantau ini dikejutkan dengan sentimen anti-Malaysia yang berlegar-legar di negara jiran.

Secara kebetulan, saya mempunyai ramai rakan yang belajar di negara tersebut, dan saya telah mendengar banyak reaksi dari rakan-rakan yang menjadi mangsa sendiri kezaliman ini secara langsung. Lebih malang, golongan-golongan intelek juga banyak terlibat, ditambah dengan provokasi media yang diibaratkan seperti membubuh garam di luka. Arus-arus media utama kencang mengupas isu-isu sensitif yang antara masih samar kebenarannya. Implikasinya, saya diberitakan bahawa di sesetengah tempat, keadaan seolah-olah menjurus kepada peperangan.

Tidak perlu lah rasanya untuk saya huraikan bentuk-bentuk penindasan yang berlaku, kerana tujuan entry ini bukanlah sebagai provokasi kepada warga negara ini pula, namun sekadar curahan fikiran tentang situasi yang berlaku sekarang. Tambahan pula, berita-berita mengenai bentuk-bentuk penindasan ini mudah dicari di media-media alternatif.

Secara peribadi, saya berasa hiba dan kesal mengenangkan perselisihan antara manusia yang dikatakan berkongsi aqidah yang sama.

Saya tidak mahu menjustifikasi siapa yang benar, siapa yang salah. Namun, di saat umat Islam di Nusantara ini bergelut sesama sendiri, saya ingin berkongsi apa pula yang sedang dialami oleh saudara kita di tempat lain.

Uyghur

Percaya atau tidak, di Uyghur [2], umat Islam dilarang untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang mulia ini. Ya, mereka DIPAKSA untuk tidak berpuasa. Mereka yang didapati berpuasa ditangkap dan dibuang kerja. Restoran-restoran dipaksa untuk dibuka menjual makanan dan minuman termasuk arak [Artikel asal]

Tidak cukup dengan itu, penghijrahan penduduk giat dilakukan oleh kerajaan untuk mengurangkan peratusan penduduk Islam di kawasan tersebut.

Gambar hiasan - masyarakat Uyghurs yang sedang ditindas
Palestin

Di Palestin pula, buat pertama kalinya, penduduk haram Yahudi telah menceroboh masuk ke Masjid al-Aqsa untuk menjalankan aktiviti keagamaan. Kejadian ini tidak pernah berlaku selama semenjak kota Baitulmaqdis ditawan pada tahun 1967 kerana penganut agama Yahudi tidak dibenarkan memasuki Masjidil Aqsa sepanjang bulan Ramadhan. Tindakan ini jelas sekali mencabul undang-undang dan melambangkan kebiadaban rejim Israel.

Seperti biasa setiap hari masih lagi berlaku pembunuhan saudara mara kita di Palestin. Setiap hari juga ada tanah yang dirampas dan ada pembangunan dilakukan di atas tanah haram.

Nasionalisme yang semakin menuju kebodohan

Ikhwah sekalian, siapakah yang akan membantu saudara mara kita yang ditindas jika bukan diri kita sendiri? Tidakkah kita pernah terfikir jika kita di tempat mereka, bagaimana harapan yang diletakkan kepada saudara mara di tempat lain untuk memberikan bantuan? Adakah kita mahu menunggu sehingga umat Islam di China menjadi seperti di Andalus, Spanyol, yang dihalang menjalankan aktiviti-aktiviti keagamaan sehingga ditukar agama.

Demikianlah antara fenomena-fenomena yang jelas menampakkan kebodohan para nasionalis yang sangat mempertahankan bangsa dan budaya sendiri sehinggakan tidak mengambil peduli langsung akan penderitaan saudara seaqidah dengan mereka. Kini orang lebih sensitif apabila budaya mereka 'dicuri' daripada saudara mara mereka yang dibunuh pada setiap hari.

Ternyata rancangan barat untuk menghancurkan umat Islam tampak berjaya. Selepas imperialisme, mereka menghadiahkan 'demokrasi' supaya tiada lagi rasa kecintaan pada khilafah. Sehinggakan kecintaan pada negara bangsa itu bukan sahaja melenyapkan kencintaan pada khilafah, malah perasaan tersebut mendorong lagi untuk menindas saudara mara sendiri.

Tidakkah kita sedar bahawa semangat nasionalisme sebenarnya hanyalah rekaan musuh-musuh Islam dan sememangnya ia tidak dapat berdiri dengan kukuh. Sesungguhnya tidak ada ikatan persaudaraan lebih kuat daripada ikatan aqidah, iaitu ikatan yang menghubungkan kita dengan Pencipta kita. Apakah tidak ada langsung rasa kasih kita pada saudara kita yang ditindas? Mereka itu adalah ibu kita, ayah kita, adik kita.. Mereka saudara kita. Apakah kita bersedia untuk menjawab di akhirat kelak jika ditanya apa yang kita lakukan untuk membela mereka.

Saudara-saudaraku sekalian, sempena bulan mulia ini, marilah kita merapatkan ukhwah yang terjalin atas dasar aqidah. Inilah dia jalinan persaudaraan yang sebenar, yang diiktiraf oleh Allah s.w.t. dalam al-quran:
'Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara keduamu yang berselisih, dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat' (al-Hujurat:10)
Dalam ayat sebelumnya pula Allah mengancam perlunya memerangi orang-orang Mukmin yang menzalimi Mukmin yang lain:
'Dan apabila ada dua golongan orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap golongan yang lain, maka perangilah yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh Allah Mencintai orang-orang yang berlaku adil' - (al-Hujurat: 9)
Ketahuilah bahawa jalinan persaudaraan ini lebih kuat dari hubungan perkauman, malah lebih kuat dari hubugan darah sendiri. Ikhwah sekalian, lupakah kita pada Mus'ab bin Umair? Seorang pemuda kacak lagi kaya yang menyerahkan harta dan jiwanya kepada Islam. Sewaktu peperangan Badar, abang kandungnya yang berada di pihak Musyrikin Makkah telah ditangkap. Sewaktu di dalam tahanan, abangnya itu telah meminta kepadanya untuk melonggarkan ikatan yang diikat padanya. Namun Mus'ab sebaliknya meminta lagi untuk diketatkan ikatan tersebut. Demikianlah contoh persaudaraan aqidah, yang lebih kuat dan teguh dari ikatan kekeluargaan sendiri.

Saya tidak bercadang untuk mengulas panjang lagi memandangkan saya ada perkara lain yang hendak dilakukan selepas ini. Banyak lagi sebenarnya perkara yang terbuku dalam fikiran saya yang ingin saya terjemahkan dalam bentuk penulisan. Jika saya diizinkan oleh Allah, saya akan menulis lagi perihal perkara ini.

Akhir sekali, kepada pembaca-pembaca blog ini yang beragama Islam, marilah kita mengambil kesempatan bulan Ramadhan ini untuk mendoakan keselamat dan kesejahteraan saudara mara kita di tempat lain.